Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Samarinda

Kebakaran di Samarinda Hanguskan 12 Rumah, Satu Warga Alami Luka Bakar

ZonaTV
22
×

Kebakaran di Samarinda Hanguskan 12 Rumah, Satu Warga Alami Luka Bakar

Sebarkan artikel ini
3bda5f0c lv 0 20261029192509
Disdamkar memadamkan api (Dok.Zona)

SAMARINDA, Zona.my.id – Kobaran api meluluhlantakkan permukiman warga di Jalan Wolter Monginsidi Gang 7, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026) sore. Sedikitnya 12 rumah dilaporkan terbakar, sementara seorang warga mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan diri dan menghadapi kobaran api.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.10 Wita itu membuat warga panik. Api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah rumah di kawasan permukiman yang berada di lereng perbukitan. Hingga laporan diterima, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Hendra, membenarkan besarnya dampak kebakaran tersebut.

“Untuk sementara sekitar 12 rumah terbakar. Ini masih berlangsung proses pendinginan,” kata Hendra.

Akses Sempit dan Keterbatasan Air Jadi Kendala

Upaya menjinakkan kobaran api tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi kondisi permukiman di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang sangat sempit. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

Disdamkar Samarinda mengerahkan personel dari empat posko pemadam kebakaran, masing-masing dengan dua unit armada, untuk mempercepat penanganan. Pasokan air dari intake PDAM di kawasan tersebut juga membantu petugas memadamkan api.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga bermula dari sebuah rumah yang ditinggal penghuninya keluar. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena penyebab pasti kebakaran masih perlu diselidiki.

Berawal dari Asap, Berakhir dengan Kobaran Api

Kisah menegangkan dialami Nari, salah seorang warga yang rumahnya ikut terdampak. Ia mengaku awalnya hanya melihat asap dari bagian bawah permukiman, tepatnya di sekitar bangunan kontrakan dua lantai.

Saat turun untuk memastikan sumber asap, kondisi sudah berubah drastis. Api telanjur membesar dan memenuhi area di bawah permukiman.

“Saya tadinya lihat asap saja. Saya turun, ngelihatin, ternyata di bawah sudah penuh api, sudah enggak mampu saya,” tutur Nari.

Api kemudian merambat ke rumah-rumah di bagian atas bukit, termasuk rumah miliknya. Nari mengaku sempat berusaha melakukan tindakan untuk mengatasi kebakaran, bahkan sampai memecahkan kaca. Namun, besarnya kobaran api membuat upayanya tidak berhasil.

“Sudah berupaya saya, sampai saya memecahkan kaca. Saya kebakar ini, kepala,” katanya sambil menunjukkan bagian kepala yang mengalami luka bakar.

Peristiwa tersebut memperlihatkan betapa cepatnya api menyebar di kawasan permukiman padat, terlebih ketika bangunan berada berdekatan dan akses menuju lokasi terbatas.

Satu Korban Luka Bakar, Kerugian Masih Dihitung

Hendra menyampaikan, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut. Sementara itu, informasi mengenai kemungkinan adanya warga yang mengalami sesak napas masih belum dipastikan.

Petugas melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah api kembali menyala di antara bangunan yang terbakar. Estimasi waktu pemadaman disampaikan sekitar satu jam 30 menit, meski penanganan tetap bergantung pada kondisi di lapangan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran, total kerugian material, serta jumlah akhir bangunan yang terdampak masih belum dipastikan.

Kebakaran ini menjadi peringatan serius akan tingginya risiko kebakaran di permukiman padat dengan akses terbatas. Kecepatan penanganan, ketersediaan sumber air, dan kemudahan akses bagi armada pemadam menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menekan jumlah korban.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan