Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating

DPRD Berau

Pemekaran Wilayah Disorot, DPRD Berau Wanti-Wanti Ancaman Ketahanan Pangan

ZonaTV
9
×

Pemekaran Wilayah Disorot, DPRD Berau Wanti-Wanti Ancaman Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
5afba3d4 e97d 47aa 9eb4 cabd94e261ad

TANJUNG REDEB – Pemekaran wilayah di Kabupaten Berau tak hanya membawa peluang pembangunan, tetapi juga menyimpan tantangan serius, terutama dalam hal ketahanan pangan. DPRD Berau mengingatkan, perlu ada langkah strategis agar masyarakat di wilayah baru tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna, menegaskan bahwa pertambahan wilayah harus diiringi kesiapan sistem produksi dan distribusi pangan yang kuat. Tanpa itu, risiko kerawanan pangan di kampung-kampung terpencil akan semakin besar.

Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah fluktuasi harga bahan pokok yang kerap terjadi di daerah dengan akses terbatas. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

“Kerawanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga soal harga yang tidak stabil. Ini yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Ratna mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pasar, tetapi juga mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri. Upaya swasembada dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menghadapi gejolak harga.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya mampu membeli, tapi juga mandiri. Produksi pangan sendiri adalah kunci,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan tidur dan penerapan teknologi pertanian sederhana bisa menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produksi lokal. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, hal ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Kemandirian pangan bisa berdampak luas. Bukan hanya menekan ketergantungan dari luar, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ratna mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan ekonomi berbasis kampung. Program pemberdayaan, pelatihan pertanian, hingga dukungan sarana produksi harus difokuskan pada wilayah yang masih tergolong rawan pangan.

“Intervensi harus tepat sasaran. Kampung-kampung rawan pangan harus jadi prioritas agar ke depan tidak ada lagi daerah yang tertinggal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan sektor swasta, komunitas lokal, hingga lembaga pendidikan.

“Sinergi adalah kunci. Kalau semua pihak bergerak bersama, swasembada pangan bukan hal yang mustahil,” tutupnya.(ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan