Tanjung Redeb — Rencana pembangunan UMKM Center di Kabupaten Berau masih tertahan di meja perencanaan. Belum ada tanda-tanda proyek itu bergerak ke tahap realisasi.
Di tengah stagnasi tersebut, anggota DPRD Berau, Grace Warastuti Langsa, angkat suara. Ia menilai kunci kebuntuan terletak pada lemahnya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Anggaran menjadi batu sandungan utama. Keterbatasan fiskal daerah membuat proyek itu sulit dibiayai secara mandiri. Padahal, UMKM Center diproyeksikan sebagai ruang strategis—bukan sekadar bangunan, melainkan pusat promosi, pengembangan, dan penguatan daya saing pelaku usaha lokal.
“Koordinasi dengan provinsi perlu diperkuat agar program ini bisa segera direalisasikan,” kata Grace.
Menurut dia, tanpa dukungan lintas pemerintahan, rencana tersebut berisiko terus berulang sebagai wacana. DPRD pun mendorong pemerintah daerah membuka jalur komunikasi yang lebih intens dengan Pemprov, terutama untuk mengakses peluang bantuan keuangan.
UMKM Center diharapkan menjadi etalase bagi produk lokal Berau memberi ruang tampil yang lebih layak sekaligus menjawab tantangan pasar yang kian kompetitif. Keberadaannya juga dinilai penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis usaha kecil dan menengah.
Namun hingga kini, rencana itu masih menggantung. Pemerintah daerah disebut tengah mempertimbangkan pengajuan dukungan anggaran ke tingkat provinsi sebagai salah satu opsi realistis.
DPRD mengingatkan, tanpa langkah konkret baik melalui perencanaan ulang maupun percepatan koordinasi UMKM Center berpotensi kembali tertunda.
Bagi mereka, ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ini soal seberapa serius pemerintah daerah menempatkan UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Berau.













