BERAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau mengimbau agar kenaikan harga plastik di pasaran tetap dilakukan secara wajar dan tidak membebani masyarakat.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, menyampaikan bahwa kenaikan harga plastik tidak dapat dihindari, mengingat adanya faktor kenaikan biaya bahan baku dan distribusi. Namun, ia menegaskan agar pelaku usaha tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
“Memang mungkin ada kenaikan dari bahan baku maupun pengiriman, jadi harga plastik pasti ikut naik. Tapi kita juga tidak bisa menahan itu. Yang penting naiknya sewajarnya saja, jangan sampai terlalu membebani masyarakat,” ujarnya saat ditemui.
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Berau mengeluhkan lonjakan harga plastik yang mulai terasa sejak menjelang Hari Raya Idulfitri. Kenaikan tersebut dirasakan di berbagai jenis plastik yang umum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu sales plastik yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, banyak pemilik toko turut mengeluhkan harga yang semakin tinggi. Meski demikian, aktivitas penjualan masih berjalan normal.
“Sejak sebelum Lebaran sudah naik. Pelanggan saya di pasar juga mengeluhkan harga plastik yang naik, tapi penjualan masih aman dan tidak terganggu,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh seorang pemilik toko plastik di Jalan Murjani. Ia mengaku terpaksa menaikkan harga mengikuti harga dari produsen.
“Harga saya naikkan karena mengikuti dari produsen. Untuk plastik putih ukuran kecil dari Rp13 ribu jadi Rp15 ribu, plastik besar merah juga dari Rp13 ribu ke Rp15 ribu, dan plastik belang hitam putih dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu. Tapi sejauh ini pembeli tetap ada,” jelasnya.
DPRD Berau berharap kondisi ini dapat segera stabil, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan konsumen rumah tangga. (fp*)













