Samarinda – Menjelang musim haji 2026, pemerintah mulai mematangkan langkah antisipatif untuk menjawab tantangan pelaksanaan ibadah di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Salah satu fokus utama adalah perlindungan jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi melalui skema mobilitas yang lebih adaptif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, H. Mohlis Hasan, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan khusus terhadap jemaah lansia dan kategori risiko tinggi (risti). Data ini akan menjadi dasar penerapan dua skema utama, yakni murur dan tanazul.
“Pendataan ini penting untuk memastikan jemaah yang membutuhkan perlakuan khusus dapat difasilitasi dengan skema yang lebih aman dan tidak terlalu menguras tenaga,” ujar Mohlis dalam kegiatan pemaparan persiapan haji di Samarinda, Minggu, 5 April 2026.
Skema murur memungkinkan jemaah, khususnya lansia dan risti, tidak bermalam di Muzdalifah usai menjalani wukuf di Arafah. Mereka cukup singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina. Menurut Mohlis, langkah ini dirancang untuk mengurangi kepadatan sekaligus menekan risiko kelelahan ekstrem yang kerap dialami jemaah.
Adapun skema tanazul ditujukan bagi jemaah yang menempati pemondokan dengan jarak relatif jauh, seperti di zona lima. Dalam skema ini, setelah melaksanakan lontar jumrah di Jamarat, jemaah tidak kembali ke tenda di Mina, melainkan langsung menuju hotel.
“Ini lebih efisien dan aman, karena jemaah tidak perlu bolak-balik menempuh jarak jauh, terutama bagi mereka yang kondisi fisiknya terbatas,” kata dia.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi yang disiapkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia guna memastikan kelancaran ibadah haji di tengah potensi lonjakan jemaah dan dinamika global.
Di sisi lain, jadwal keberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Timur dipastikan tidak mengalami perubahan. Kloter pertama melalui Embarkasi Balikpapan dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026.
Mohlis menegaskan, seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga lebih ramah bagi kelompok rentan. “Prinsipnya, keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama,” tutupnya.
Source: (Portal Kaltim)












