TANJUNG REDEB — Menjelang periode mudik, masyarakat di Kabupaten Berau diminta lebih waspada terhadap keamanan hunian yang ditinggalkan. Imbauan ini disampaikan Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi tindak kriminal saat banyak rumah dalam kondisi kosong.
Dedy menuturkan, momentum mudik yang identik dengan meningkatnya mobilitas warga kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pencurian. Oleh karena itu, kesiapan dan kehati-hatian pemilik rumah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Ia mengingatkan agar warga memastikan seluruh akses rumah, seperti pintu dan jendela, dalam kondisi terkunci rapat. Selain itu, peralatan listrik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan guna menghindari risiko kebakaran selama rumah ditinggal.
“Pastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum berangkat. Periksa kembali pintu, jendela, serta instalasi listrik agar tidak menimbulkan masalah saat rumah kosong,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Lebih lanjut, ia juga menyarankan masyarakat untuk memberi tahu tetangga atau pengurus lingkungan setempat apabila akan bepergian dalam waktu lama. Menurutnya, langkah ini dapat membantu meningkatkan pengawasan di sekitar lingkungan tempat tinggal.
“Jika memungkinkan, sampaikan kepada tetangga atau pengurus RT. Dengan begitu, ada yang bisa ikut memantau kondisi rumah selama ditinggalkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Dedy mendorong aparat keamanan, termasuk petugas satuan pengamanan di kawasan perumahan, untuk meningkatkan intensitas patroli, khususnya di wilayah yang dianggap rawan.
Menurutnya, kehadiran petugas keamanan secara rutin selama musim mudik sangat penting untuk menekan potensi kejahatan.
“Kami berharap patroli bisa ditingkatkan, terutama di area permukiman yang banyak ditinggal penghuninya saat mudik,” tegasnya.
Ia menekankan, sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif selama periode mudik berlangsung.













