Berau – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, SE., M.AP., menilai penolakan sejumlah pedagang terhadap penerapan parkir elektronik di Pasar Sanggam Adji Dilayas terjadi karena kurangnya sosialisasi dan edukasi.
Ia menegaskan, penerapan teknologi seharusnya memberi kemudahan bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kerugian bagi pelaku ekonomi maupun pengunjung pasar.
Penolakan pedagang yang berujung pada kerusakan fasilitas portal parkir, menurut Gideon, mencerminkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya siap menerima sistem elektronik secara penuh.
“Pasar Sanggam itu semi modern, dan pengunjungnya berasal dari berbagai lapisan, termasuk banyak dari kampung,” ujarnya.
Menurutnya, jika masyarakat lebih nyaman dengan sistem parkir manual, kebijakan tersebut seharusnya dipertimbangkan kembali.
“Kalau mereka lebih nyaman dengan sistem manual, kenapa harus dipaksakan?” katanya.
Gideon juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada pedagang maupun masyarakat sebelum penerapan sistem baru dilakukan.
Ia menyayangkan jika kebijakan diterapkan tanpa komunikasi yang jelas sehingga memicu penolakan dari masyarakat.
“Kalau sudah ada sosialisasi dan mereka tetap menolak, berarti salahnya di masyarakat. Tapi kalau tidak ada sosialisasi, wajar terjadi penolakan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa tujuan penggunaan teknologi harus berpihak pada masyarakat.
Menurutnya, jika penerapan parkir elektronik hanya menguntungkan pihak pemasang portal, maka kebijakan tersebut perlu dievaluasi.
“Intinya, ketika masyarakat merasa nyaman dan diuntungkan dengan sistem manual, saya mendukung saja. Jangan sampai teknologi justru merugikan masyarakat,” tegas Gideon.(LM)












