Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Advertorial

Keraton Gunung Tabur dan Sambaliung Direvitalisasi, Berau Kembangkan Wisata Sejarah

ZonaTV
6
×

Keraton Gunung Tabur dan Sambaliung Direvitalisasi, Berau Kembangkan Wisata Sejarah

Sebarkan artikel ini
6070983a img 20260220 wa0030

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan warisan sejarah daerah dengan melakukan revitalisasi kawasan keraton serta memperkuat dukungan terhadap aktivitas adat dan kebudayaan.

 

Dua pusat sejarah yang menjadi perhatian utama adalah Keraton Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung. Keduanya dinilai memiliki posisi strategis sebagai simbol identitas masyarakat Berau sekaligus magnet wisata berbasis sejarah.

 

Sekretaris Daerah Berau, M Said, menyampaikan bahwa meskipun sistem pemerintahan kesultanan tidak lagi memiliki kewenangan administratif, keberadaannya tetap dihormati sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

 

“Memang secara aturan pemerintahan sudah tidak ada kekhususan. Tapi dari sisi budaya, kita tetap hadir memberi dukungan,” ujarnya, jum’at (20/02/2026).

 

Di Kalimantan Timur, terdapat empat kesultanan yang masih diakui secara kultural. Dua di antaranya berada di Kabupaten Berau. Pemerintah daerah, kata Said, secara rutin memfasilitasi kegiatan adat, promosi budaya, hingga kebutuhan operasional kesultanan melalui dinas teknis terkait.

 

Setiap tahun, anggaran dialokasikan untuk mendukung agenda kebudayaan, termasuk kegiatan perjalanan dinas dalam rangka promosi dan pelestarian tradisi. Selain itu, aset kendaraan operasional yang sebelumnya berstatus pinjam pakai kini telah dihibahkan secara resmi kepada pihak kesultanan agar memiliki kepastian hukum dalam penggunaannya.

 

Tahun ini, perhatian juga difokuskan pada perbaikan fisik bangunan bersejarah. Di kawasan Keraton Gunung Tabur, rehabilitasi dilakukan pada bagian atap dan plafon yang mulai mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan bertahap agar tetap menjaga keaslian arsitektur bangunan.

 

Tak hanya bangunan utama, penataan lingkungan sekitar turut menjadi agenda. Pemerintah mulai membenahi akses pedestrian yang menghubungkan area museum dan kompleks keraton guna menciptakan kawasan wisata sejarah yang lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.

 

“Kita ingin kawasan ini menjadi pusat wisata budaya di dalam kota. Jadi bukan hanya bangunannya yang dirawat, tetapi lingkungannya juga diperbaiki,” jelas Said.

 

Menurutnya, pelestarian keraton bukan sekadar menjaga bangunan tua, melainkan upaya mempertahankan jati diri daerah. Warisan sejarah tersebut dinilai mampu memperkuat karakter lokal sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata.

 

Pemerintah daerah pun berharap kolaborasi dengan lembaga adat dan masyarakat terus terjalin agar pelestarian budaya tidak berhenti pada program semata, tetapi menjadi gerakan bersama.

 

“Sejarah dan budaya adalah fondasi daerah ini. Kalau kita rawat bersama, manfaatnya akan dirasakan sampai generasi berikutnya,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan