Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Berau

Parkir Elektronik Pasar SAD Belum Jalan, Penolakan Pedagang Jadi Pertimbangan

ZonaTV
10
×

Parkir Elektronik Pasar SAD Belum Jalan, Penolakan Pedagang Jadi Pertimbangan

Sebarkan artikel ini
e5c33b5a 2f9b 4b35 8875 c2af23471cd0

Tanjung Redeb – Belum dioperasikannya sistem parkir elektronik di Pasar Sanggam Adji Dilayas bukan hanya disebabkan persoalan teknis dan administrasi aset, tetapi juga karena masih adanya penolakan dari sebagian pedagang pasar.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengungkapkan bahwa munculnya kekhawatiran pedagang menjadi salah satu pertimbangan penundaan pengoperasian mesin parkir elektronik yang sejatinya telah rampung sejak akhir 2024 lalu.

“Memang ada penolakan dari pedagang, itu yang juga kami perhatikan. Karena itu kami ingin semuanya jelas dulu, supaya tidak menimbulkan prasangka buruk,” ujarnya.

Eva menegaskan, penerapan sistem parkir elektronik bukan bertujuan mempersulit pedagang maupun pengunjung pasar. Sistem ini diterapkan semata-mata untuk menertibkan pencatatan penerimaan retribusi parkir agar lebih transparan dan akuntabel.

Ia memastikan, meski pola pembayaran berubah dari manual ke elektronik, tarif parkir tetap sama dan tidak ada kenaikan biaya bagi pengguna jasa parkir.

“Tarifnya tetap sama, tidak ada kenaikan. Hanya sistemnya saja yang berubah,” tegasnya.

Untuk meredam kekhawatiran pedagang, Diskoperindag bersama UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas telah melakukan sosialisasi secara bertahap. Sosialisasi tersebut turut didampingi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau serta Kejaksaan Negeri Berau guna memberikan pemahaman dari sisi hukum dan tata kelola retribusi.

Di sisi lain, Eva menjelaskan bahwa pengoperasian parkir elektronik juga masih menunggu penyelesaian proses serah terima aset serta pembahasan lanjutan terkait pola pengelolaan, menyusul adanya permohonan dari Perusahaan Daerah (Perusda) yang direncanakan menjadi pengelola parkir elektronik tersebut.

“Masih dibahas bersama Pak Sekda dan OPD terkait, bagaimana pola pengelolaannya nanti,” jelasnya.

Ia berharap, kejelasan pengelolaan dan pemahaman masyarakat bisa segera tercapai sehingga sistem parkir elektronik dapat difungsikan dalam waktu dekat dan tidak lagi menimbulkan polemik di tengah pedagang pasar.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan