Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab BerauBerauBerita

Kamis Berbahasa Daerah, Jumat Berbahasa Inggris, Inovasi Baru Disdik Berau

ZonaTV
27
×

Kamis Berbahasa Daerah, Jumat Berbahasa Inggris, Inovasi Baru Disdik Berau

Sebarkan artikel ini
66aff831 847e 45ef 99da 2332fa74a005

 

Tanjung Redeb – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau terus mendorong transformasi pelayanan pendidikan melalui berbagai inovasi yang tidak bergantung pada anggaran. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, yang menegaskan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) secara berkelanjutan demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia menjelaskan, transformasi pelayanan pendidikan di Berau dijalankan melalui program Siap Didik, yang menjadi wadah perubahan sistem pelayanan sekaligus pemantauan kinerja internal.

“Siap didik itu transformasi pelayanan. Kita harus siap berubah setiap saat, mengubah mindset untuk menjadi lebih baik,” ujar Mardiatul.

Dalam pengembangan inovasi, Disdik Berau juga menggandeng berbagai pihak seperti PGRI, MKKS, dan K3S, sebagai bentuk kolaborasi lintas pemangku kepentingan pendidikan.

Salah satu inovasi terbaru yang tengah disiapkan adalah implementasi program Trigatra Bangun Bahasa, yang diperoleh dari Kementerian. Program ini menekankan pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing.

Sebagai tindak lanjut, Disdik Berau berencana membiasakan penggunaan bahasa dalam aktivitas pelayanan dan pendidikan. Rencananya, hari Kamis akan ditetapkan sebagai hari penggunaan bahasa daerah (Bahasa Banua), sedangkan hari Jumat menggunakan bahasa Inggris, baik di lingkungan dinas maupun sekolah.

“Termasuk kalau bertemu saya, harus pakai bahasa sesuai harinya. Ini memang masih rencana, tapi insya Allah segera diterapkan,” katanya.

Ia menegaskan, inovasi tersebut tidak memerlukan anggaran tambahan. Menurutnya, perubahan kebiasaan dan budaya kerja dapat dilakukan tanpa biaya, namun tetap berdampak besar terhadap kualitas pelayanan.

“Inovasi yang saya buat selalu tidak menggunakan anggaran. Kita hanya mengubah cara berpikir dan kebiasaan, tapi dampaknya bisa mengubah situasi,” jelasnya.

Selain itu, seluruh aplikasi pendukung pelayanan dan pengawasan kinerja Disdik Berau, termasuk aplikasi Siap Didik, dikembangkan secara mandiri dan gratis. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dan internal dinas dapat mengakses berbagai informasi, termasuk pemantauan kinerja pegawai.

Mardiatul juga menyebut, Disdik Berau kini berperan sebagai pengawas bahasa, seiring penunjukan dalam program Trigatra Bangun Bahasa. Peran tersebut memungkinkan pihaknya memberikan teguran terhadap penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah atau etika, termasuk di media.

“Kalau ada penggunaan bahasa yang tidak baik, kami bisa memberikan teguran. Tapi ini masih dalam proses penetapan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan