Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauBerita

Minat Pembeli Asing Meningkat, Disbun Berau Tetap Jaga Pasar Domestik

ZonaTV
17
×

Minat Pembeli Asing Meningkat, Disbun Berau Tetap Jaga Pasar Domestik

Sebarkan artikel ini
b3e70447 5a90 4691 84f4 de3e7c1ec25f

 

BERAU – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau memastikan bahwa pengembangan pemasaran kakao daerah saat ini masih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Meski demikian, ketertarikan pembeli dari luar negeri terus menunjukkan tren positif dan membuka peluang ekspor di masa mendatang.

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, menyampaikan bahwa sejumlah calon pembeli dari luar daerah hingga mancanegara telah datang langsung ke Berau untuk melihat potensi kakao lokal. Bahkan, beberapa di antaranya telah melakukan komunikasi langsung dengan jajaran pemerintah daerah.

“Minat pasar luar sebenarnya cukup besar. Ada pembeli dari Eropa yang datang dan ingin melihat langsung potensi kakao Berau. Namun, kapasitas produksi kita saat ini belum memungkinkan untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar,” kata Lita, Selasa (14/01/2025).

Ia menjelaskan, produksi kakao Berau saat ini masih berada pada kisaran 600 hingga 700 ton per tahun. Jumlah tersebut masih harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah wilayah, terutama pasar domestik yang menjadi prioritas utama.

“Kalau untuk pengiriman ke luar negeri, saat ini masih sangat terbatas. Baru sekitar belasan hingga puluhan ton saja. Jadi ekspor ini lebih sebagai langkah awal untuk memperkenalkan kakao Berau ke pasar internasional,” jelasnya.

Salah satu pembeli luar negeri yang menunjukkan ketertarikan terhadap kakao Berau berasal dari Perancis. Namun, penyerapan tetap disesuaikan dengan kemampuan petani lokal agar tidak mengganggu pasokan dalam negeri.

Disbun Berau, lanjut Lita, sengaja tidak memasang target ekspor besar dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga keseimbangan produksi dan memastikan petani tetap memiliki kepastian pasar.

“Pasar dalam negeri masih menjadi fokus utama. Kami tidak ingin ekspor justru membuat pasokan lokal terganggu,” tegasnya.

Dalam pengembangan komoditas kakao, Pemkab Berau juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari organisasi non-pemerintah, sektor swasta, hingga perusahaan pembeli. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan kakao tetap menjadi komoditas unggulan yang berkelanjutan.

“Semua bergerak bersama. OPD terkait, NGO yang melakukan pendampingan petani, hingga pihak swasta yang menyerap hasil panen. Tujuannya agar petani tetap konsisten mengelola kakao dan tidak berpindah ke komoditas lain,” ungkapnya.

Selain itu, dukungan berupa bantuan bibit terus diberikan untuk memperluas areal tanam kakao. Dengan bertambahnya luasan kebun, diharapkan produksi kakao Berau dapat meningkat secara bertahap.

“Kami berharap bantuan bibit ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Kalau luas tanam bertambah dan perawatan optimal, produksi pasti akan naik,” pungkas Lita.

Ke depan, Pemkab Berau menargetkan pengembangan kakao dilakukan secara bertahap dan terukur, sehingga peluang ekspor dapat diwujudkan tanpa mengesampingkan kebutuhan pasar dalam negeri.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan